MUSEUM GEOLOGI

Keberadaan Museum Geologi sangat erat kaitannya dengan sejarah penyelidikan Geologi di Indonesia yang telah dimuli sejak tahun 1850an. Pada saat itu, lembaga yang mengkoordinasikan penyelidikan Geologi adalah” Dienst van het Mijnwesen”. Museum Geologi diresmikan pada 16 Mei 1929, bertepatan dengan pembukaan kongres Ilmu Pengetahuan Pasifik ke IV yang diselenggarakan di Institut Teknologi Bandung. Gedung ini berfungsi sebagai perkantoran yang dilengkapi dengan sarana laboratoriom Geologi dan museum untuk menyimpan dan memperagakan hasil survei Geologi. Museum Geologi memiliki ratusan ribu koleksi batuan dan mineral, serta puluhan ribu koleksi Fosil. Sebagian besar koleksi tersebut disimpan diruang dokumentasi dan sebagian kecil dipamerkan di ruang peragaan yang terdiri dari Ruang Geologi dan Kehidupan Manusia. Saat ini museum Geologi sedang melaksanakan pengembangan Ruang Sumber Daya Geologi di Lt. 2 Sayap Barat, Taman Siklus Batuan, dan Penggalian Fosil Interaktif.

Guna lebih mengoptimalkan peranannya sebagai lembaga yang memasyarakatkan ilmu Geologi, museum Geologi juga mengadakan kegiatan antara lain penyuluhan, pameran, seminar serta kegiatan survei penelitian untuk pengembangan peragaan dan dokumentasi koleksi. Pergeseran fungsi museum, seirama dengan kemajuan teknologi, menjadikan museum Geologi sebagai :

  • Tempat pendidikan luar sekolah yang berkaitan dengan Bumi dan usaha pelestariannya.
  • Tempat melakukan kajian awal sebelum penelitian lapangan.
  • Objek Geowisata

Museum Geologi terbagi menjadi beberapa ruang pamer yang menempati lantai I dan II. Pada lantai I terbagi menjadi 3 Ruang Utama : Ruang Orientasi di bagian tengah, Ruang Sayap Barat dan Ruang Sayap Timur. Pada Lantai 2 terbagi menjadi 3 Ruangan Utama : Ruang Barat, Ruang Tengah dan Ruang Timur. Ruang Barat dipakai oleh staf museum sementara Ruang Tengah dan Ruang Timur digunakan untuk Peragaan dikenal sebagai Ruang Geologi untuk Kehidupan Manusia. Ruang Tengah berisi maket pertambangan Emas terbesar di Dunia, yang terletak di pegunungan Tengah Irian Jaya. Beberapa contoh batuan asal Irian Jaya (Papua) tertata dan terpamer dalam lemari kaca di sekitar maket, miniature menara pemboran minyak dan gas Bumi juga diperagakan disini.

Rang Timur dibagi menjadi 7 Ruangan Kecil yang member informasi tentang aspek positif dan negative tataan Geologi bagi kehidupan manisia, khususnya di Indonesia.

  • Ruang 1 : informasi tentang manfaat dan kegunaan mineral atau batu bagi manusia, serta panel gambar sebaran sumber daya mineral di Indonesia.
  • Ruang 2 : menampilkan rekaman kegiatan eksplorasi dan eksploitasi sumber daya mineral.
  • Ruang 3 : informasi tentang pemakaian mineral dalam kehidupan sehari-hari, baik secara tradisional maupun modern.
  • Ruang 4 : cara pengolahan dan pengelolaan komoditi mineral dan energi.
  • Ruang 5:  informasi tentang berbagai jenis bahaya geologi (aspek negatif) seperti tanah longksor, letusan gunung api dan sebagainya.
  • Ruang 6 :  informasi tentang aspek positif geologi terutama berkaitan dengan gejala kegunung apian.
  • Ruang 7 : tentang sumber daya air dan pemanfaatannya, juga pengaruh lingkungan terhadap kelestarian sumber daya tersebut.

Dari pemaparan diatas, hal-hal yang terkait dengan pembelajaran matematika diantaranya :

  • Himpunan, nampak pada pembagian ruang yang mengategorikan sesuai kelompok.
  • Statistik, pergerakan data (batuan, mineral, fosil) pertahun

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s