METODE PENELITIAN

Standar
METODE PENELITIAN

Dari segi Etimonologi, metode berarti jalan yang ditempuh untuk mencapai tujuan. Bertolak dari hal tersebut maka metode penelitian adalah jalan atau cara yang ditempuh untuk mencapai tujuan penelitian. Istilah lain yang hampir sama dengan metode penelitian adalah metodologi penelitian (methodology of research) . Kata methodology berasal dari kata methodos dan logos. Methodos melahirkan kata metode dan logos berarti ilmu. Dengan demikian metodologi penelitian berarti ilmu yang mempelajari perihal metode-metode yang dipergunakan dalam kegiatan suatu penelitian.

Syarat – syarat metode penelitian.

Metode penelitian sebagai suatu metode ilmiah setidaknya harus memenuhi syarat sebagai berikut :

1.Mampu menghasilkan data yang objektif.

2. Mampu menghasilkan data/ fakta yang valid.

3.Mampu menghasilkan data/fakta yang reliable.

 

DESAIN PENELITIAN

Desain penelitian merupakan rencana tentang cara mengumpulkan dan menganalisis data agar dapat dilaksanakan secara ekonomis dan serasi/ sesuai dengan tujuan penelitian.

Fungsi desain penelitian diantaranya :

  1. Memberi pegangan yang lebih jelas dalam penelitian.

Dalam desain penelitian diantaranya memuat :

  1. Populasi
  2. Metode sampling yang dipilih
  3. Besar sample
  4. Metode pengumpulan data
  5. Cara menganalisis data yang telah terkumpul
  6. Perlu atau tidaknya menggunakan statistik.

Beberapa bentuk desain penelitian

  1. Desain Survey
  2. Desain Case Study
  3. Desain Eksperimen

 

III. METODE SAMPLING

 

POPULASI

Keseluruhan subjek yang harus kita selidiki dalam melaksanakan suatu penelitian.

SAMPEL

Sampel merupakan sebagaian dari seluruh anggota populasi yang diteliti. Pengambilan sampel penelitian tidak dapat dilakukan dengan sembarangan, tetapi harus mengikuti tekhnik-tekhnik tertentu agar sampel yang dipilih nanti bersifat representatif (sampel yang benar – benar dapat mewakili populasi). Tekhnik pengambilan sampel yang dipergunakan harus memperhatikan tujuan penelitian dan sifat serta keadaan populasi. Besar kecilnya suatu sampel yang harus diambil dalam penelitian dipengaruhi oleh homoginitas dari populasi penelitian tersebut.

Macam – macam tekhnik sampling :

  1. Probability Sampling
  2. Non – Probability Sampling

 

  1. A.  Probability Sampling

Suatu tekhnik pengambilan sampel dengan memberi kemungkinan yang sama kepada setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel.

Probability sampling diantaranya adalah :

  1. Simple random sampling (sampling acakan sederhana)
  2. Proportional stratified proporsi (sampling acakan menurut proporsi dengan memperhatikan pula stratifikasi / lapisan dalam populasi.
  3. Disproportional stratified random sampling (sampling acakan tak proporsional menurut strata)
  4. Area atau cluster sampling, sampling menurut daerah (area) atau kelompok (kluster)

 

  1. Sampling acakan

Suatu cara untuk mengambil anggota sample tanpa pilih-pilih. Memilih anggota populasi secara acak untuk dijadikan anggota sampel tidak dapat dilakukan secara sembarangan tanpa aturan tertentu. Pemilihan secara acak harus didasarkan pada suatu aturan atau tekhnik tertentu, tekhnik random sampling yang sering digunakan adalah:

  1. Dengan tekhnik undian

Dapat dilakukan dengan memberi nomor urut kepada masing-masing anggota populasi.

  1. Dengan tekhnik ordinal

Seluruh anggota populasi diberi nomor urut 1,2,3 dst, kemudian ditetapkan mereka yang mempunyai nomor urut kelipatan sebagai anggota sampel.

  1. Dengan memakai tabel bilangan random

 

  1. Proportional Stratified Random Sampling

Merupakan salah satu tekhnik sampling rangkap, karena sesungguhnya terdiri dari proporsional sampling, stratified sampling dan random sampling.

Proporsional sampling adalah suatu cara pengambilan sampel dengan memperhatikan besar kecilnya bagian-bagian yang terdapat dalam populasi. Stratified sampel adalah  suatu cara mengambil anggota sampel dengan memperhatikan adanya lapisan-lapisan dalam populasi. Random sampling  adalah suatu cara pengambilan anggota sampel tanpa pilih-pilih.  Maka dari pengertian tersebut Proportional startified random sampling adalah suatu cara pengambilan sampel dengan memperhatikan besar kecilnya bagian-bagian dalam populasi, setiap lapisan dalam populasi terwakili dalam sampel dan menunjukkan anggota sampel dilakukan secara acak (random).

  1.  Disproportional Stratified Random Sampling

Suatu cara pengambilan sampel secara acak tanpa memperhatikan besar kecilnya perimbangan yang terdapat pada strata dalam populasi.

  1. Area atau cluster sampling

Area sampling dan cluster sampling sesungguhnya tidak dapat dikatakann identik.

Area sampling, populasi suatu penelitian kadang-kadang terdiri atas daerah/wilayah, mulai dari yang paling luas sampai pada yang paling kecil.cluster sampling adalah pemilihan kelompok secara acak bukan atas perorangan. Populasi kita pandang terdiri atas kelompok-kelompok.

 

  1. B.       Non-Probability Sampling

Non probability sampling diantaranya adalah :

  1. Sampling kuota

Metode atau cara memilih sampel yang mempunyai ciri-ciri tertentu dalam jumlah atau kuota yang diinginkan. Keuntungan metode ini pelaksanaanya mudah, murah dan cepat. Kelemahannya adalah adanya kecenderungan memilih orang yang mudah didekati. Sampel yang dipilih dengan cara ini tidak representatif maka kesimpulan yang diperoleh hanya dapat memberi kesn-kesan umum.

  1. Sampling aksidentil

Sampel yang diambil dari siapa saja yang kebetulan adda dijumpai.

  1. Purposive sampling

Sampel yang dipilih dengan cermat sehingga relevan dengan desain penelitian. Peneliti akan berusaha agar dalam sampel terdapat wakil-wakil dari segala lapisan yang ada dalam populasi. Jadi diusahakan agar sampel itu memiliki ciri-ciri yang esensial dari populasi sehingga dapat dianggap cukup representatif. Keuntungan sampel yang dipilih sedemikian rupa sehingga relevan dengan desain penelitian. Kelemahannya tidak ada jaminan sepenuhnya bahwa sampel  yang diperoleh representatif seperti halnya sampel acakan.

  1. Saturation sampling (sampling jenuh)

Sampling dikatakan jenuh apabila seluruh populasi dijadikan sampel. Sampling dikatakan padat apabila besar sampel lebih dari setengah populasi. Populasi dikatakan kecil appabila kurang dari 100. Sampling jenuh dapat dilakukan untuk populasi yang kecil. Tetapi untuk sampel besar penggunaan sampling jenuh kurang praktis, karena banyak memerlukan waktu dan biaya.

  1. Snowball sampling

Sampling jenis ini dipilih jika kita ingin menyelidiki hubungan antar manusia dala kelompok yang akrab, atau menyelidiki cara-cara informasi tersebar di kalangan tertentu. Kelemahannya dalam penentuan kelompok semula ada unsur subyektif, jika tidak dipilih secara acak. Apabila besar sampel lebih dari 100 orang, maka penanganannya sukar untuk dikendalika.

 

Pertimbangan – pertimbangan dalam memilih metode sampling

Hal – hal yang dapat dijadikan dasar dalam penelitian diantaranya adalah :

1)      Tujuan Penelitian

Jika kita ingin melakukan genealisasi terhadap hasil penelitian, maka kita harus memakai tekhnik random sampling.

2)      Pengetahuan peneliti tentang populasi

3)      Kesedian untuk menjadi anggota sampel

4)      Jumlah biaya yang tersedia

5)      Besar populasi

6)      Fasilitas pendukung yang tersedia, misalnya komputer

 

IV. METODE PENGUMPULAN DATA

Data merupakan hal yang sangat penting dan menentukan dalam mengadakan suatu penelitian. Dengan data yang ada, suatu teori atau hipotesis yang telah dirumuskan akan dapat diterima atau ditolak.

Kualitas data yang akan dikumpulkan dalam penelitian ditentukan oleh kualitas alat pengambil data atau alat pengukurnya. Disamping kualitas instrumen yang harus memenuhi syarat, kualifikasi si pengambil data juga ikut mempengaruhi kualitas data yang terkumpul. Bentuk dan jenis alat pengumpul data (instrumen) yang dipergunakan dalam suatu penelitian, ditentukan oleh methode pengumpulan data yang dipergunakan. Sedangkan penetapan methode pengumpulan data didasarkan atas pertimbangan akan tujuan penelitian yang ingin dicapai.

 

Beberapa jenis metode pengumpulan data

  1. 1.      OBSERVASI

Suatu cara untuk memperoleh data dengan jalan mengadakan pengamatan dan pencatatan secara sistematis. Pengamatan ini dilakukan secara langsung, yaitu dilakukan saat peristiwa tersebut sedang berlangsung (on the spot).

Sebagai suatu metode yang ilmiah observasi harus memiliki syarat-syarat :

  1. Mengabdi kepada tujuan penelitian yang telah dirumuskan
  2. Mempergunakan rencana yang sistematis yang meliputi materi observasi, jenis observasi, tekhnik pencatatan, waktu dan tempat
  3. Materi observasi harus dicatat dan dihubungkan secara sistematis sehingga merupakan suatu keseluruhan yang berarti
  4. Hasil observasi harus  dapat dikontrol validitas dan reliabilitasnya sebagai data ilmiah.

 

Jenis – jenis observasi :

  1. Berdasarkan atas rencana kerja petugas observasi :
    1. Observasi berstruktur (structured observation)

Setiap kegiatan petugas observasi telah ditetapkan secara tegas berdasarkan kerangka kerja yang memuat faktor-faktor yang telah diatur kategorisasinya. Isi dan luas materi observasi juga ditetapkan secara jelas dan tegas

  1. Observasi tidak berstruktur (unstructured observation).

Segala kegiatan observer tidak dibatasi secara jelas dan tegas oleh suatu kerangka kerja, tindakannya hanya dibatasi oleh tujuan penelitian yang telah dirumuskan. Observasi tak berstruktur disebut pula observasi bebas sedang observasi berstruktur disebut observasi sistematis.

  1. Berdasarkan petugas observasu (observer) :
    1. Observasi partisipasi.

Observer ikut ambil bagian dalam situasi yang diselidiki atau ikut dalam lingkungan orang – orang yang akan diselidiki.

  1. Observasi non partisipasi.

Observer berada diluar situasi yang diselidiki atau diluar lingkungan orang-orang yang diselidiki.

  1. Observasi kwasi partisipasi.

Observer ambil bagian hanya pada situasi tertentu saja,sedangkan pada situasi lainnya ia berada diluar observees.

 

Beberapa kelemahan metode observasi :

  1. Validitas dan tingkat ketelitiannya banyak tergantung pada kemampuan pengamatan dan daya ingat observer.
  2. Sukar dipergunakan untuk meneliti situasi kehidupan yang bersifat pribadi.
  3. Pelaksanaan observasi mudah terganggu karena peristiwa –peristiwa yang luar biasa, misalnya : cuaca buruk.
  4. Sukar diterapkan pada situasi yang kompleks atau berlangsung sangat cepat, atau tempatnya tersebar.
  5. Observees dapat berbuat tidak wajar atau berpura – pura apabila mereka mengetahui dirinya sedang diselidiki atau karena mereka tidak senang diselidiki.

 

  1. 2.      WAWANCARA

Wawancara (interview) adalah suatu cara untuk memperoleh data dengan jalan melakukan tanya jawab yang sistematis. Dalam tanya jawab ini terdapat dua pihak yang mempunyai kedudukan berbeda, satu pihak sebagai orang yang mencari keterangan ( information hunter) dan pihak yang lain sebagai orang yang memberi keterangan information (information suplier).

Beberapa syarat interview sebagai metode ilmiah.

  1. Mengabdi kepada tujuan penelitian yang telah dirumuskan
  2. Mempergunakan rencana yang sistematis yang meliputi materi interview, jenis interview, tekhnik pencatatan, waktu dan tempat
  3. Materi interview harus dicatat dan dihubungkan secara sistematis sehingga merupakan suatu keseluruhan yang berarti
  4. Hasil interview harus  dapat dikontrol validitas dan reliabilitasnya sebagai data ilmiah.

 

Jenis – jenis interview :

  1. Berdasarkan materi interview
    1. Interview terpusat.

Tanya jawab dipusatkan pada suatu pokok persoalan tertentu sesuai dengan tujuan penelitian. Petugas interview membawa sebuah daftar pertanyaan yang telah dipersiapkan sebelumnya.

  1. Interview tidak terpusat.

Apabila tanya jawab yang dilakukan itu disebarkan sekitar pokok persoalan yang lebih luas sesuai dengan tujuan penelitian. Interviewer biasanya tidak membawa daftar pertanyaan melainkan hanya membawa kerangka pertanyaan. Kesulitan yang dihadapi adalah sukarnya mengarahkan jalannya wawancara, karena pewawancara tidak dibatasi oleh suatu daftar pertanyaan.

  1. Berdasarkan jumlah subyek yang diwawancarai.
    1. Interview tunggal (personal interview)

Apabila interviewer selama berlangsungnya wawancara hanya menghadapi seorang subyek (interviewee).

  1. Interview kelompok (group interview)

Apabila interviewer dalam satu interview menghadapi lebih dari satu orang subyek. Dalam pelaksanaannya interviewer harus memberi kesempatan yang sama kepada interviwee untuk memberikan jawaban atas pertanyaan yang diberikan.

  1. Berdasarkan sumber informasi.
    1. Interview langsung (dirrected interview)

Informasi yang kita perlukan diperoleh langsung dari subyek penelitian.

  1. Interview tidak langsung ( indirrected interview)

Informasi yang kita perlukan diperoleh melalui orang lain atau orang kedua.

 

Beberapa kelemahan metode interview:

  1. Validitas dan ketelitian hasil interview sangat tergantung kepada kemampuan mengingat dari interviewer.
  2. Kelancaran jalannya wawancara sangat tergantung pada kelancaran dan kemampuan berbahasa lisan, baik oleh interviewer maupun interviewee.
  3. Banyak membutuhkan waktu, tenaga dan biaya, terutama jika subyek tersebar pada suatu daerah yang luas dan saling berjauhan sehingga banyak memerlukan petugas interview.
  4. Kondisi dari subyek yang diwawancarai (interviewee) pada saat wawancara berlangsung ikut mempengaruhi informasi / jawaban yang diberikan.
  5. Proses wawancara mudah dipengaruhi oleh keadaan sekitar dari subyek.

 

  1. 3.      KORESPONDENSI

Suatu cara untuk memperoleh data yang dilakukan dengan cara mengirimkan suatu surat kepada subyek penelitian. Jenis surat yang dikirim terdiri atas surat pengantar dan daftar pertanyaan. Surat pengantar berisikan antara lain:

  1. Penjelasan singkat tentang maksud dan tujuan pengiriman surat atau daftar pertanyaan tersebut.
  2. Pengharapan – pengharapan dari peneliti/pengirim.

Korespondesi bukanlah suatu interview tertulis. Interview dan korespondesi masing – masing merupakan metode pengumpulan data yang berdiri sendiri. Keduanya memiliki persamaan mendasarkan diri pada laporan diri sendiri (self report).

Secara garis besar korespondensi dibedakan menjadi :

  1. Surat pribadi (personal letter)

Suatu bentuk korespondensi dimana orang-orang yang dikirimi surat itu hanya terbatas kepada orang-orang yang dikenal saja.

  1. Kuisioner

Suatu bentuk korespondensi dimana orang-orang yang dikirimi surat itu terdiri dari orang – orang yang telah dikenal maupun tidak dikenal. Dengan kata lain kuisioner merupakan suatu cara memperoleh data dengan jalan mengirimkan suatu daftar pertanyaan kepada subyek penelitian.

Kuesioner dapat dibedakan menjadi :

  1. Kuesioner ragam isian (suplay type)

Pada kuisioner ini subyek penelitian akan menyajikan dan menguraikan sendiri jawabannya sesuai dengan bentuk  pertanyaan atau permintaan yang diajukan. Kuesioner ragam isian dapat pula dibedakan atas :

  • Kuesioner bentuk tertutup, jawaban sesuai permintaan
  • Kuesioner bentuk terbuka,  jawaban seluas – luasnya
  1. Kuesioner ragam pilihan (selection type)

Responden hanya memilih satu jawaban salah satu jawaban dari sejumlah alternatif jawaban yang disediakan.

Kuesioner ragam pilihan dibedakan atas :

  • Bentuk pilihan rangkap ganda, memilih salah satu dari dua pilihan yang tersedia
  • Bentuk pilihan rangkap ganda, memilih salah satu jawaban dari sejumlah jawaban yang tersedia.

 

Tekhnik penggunaan kuesioner.

Apabila seorang peneliti akan menggunakan kuesioner, maka persiapan yang perlu dilakukan diantaranya :

  1. Membuat surat pengantar
  2. Menyusun materi kuesioner
  3. Menentukan jenis kuesioner
  4. Menentukan subyek penelitian
  5. Menyediakan fasilitas bagi subyek penelitian

 

  1. 4.      TESTA

Suatu cara untuk memperoleh data yang berbentuk suatu tugas yang harus dikerjakan oleh seseorang atau sekelompok orang yang dapat menghasilkan suatu nilai yang dapat dibandingkan dengan nilai yang diperoleh orang lain atau dengan suatu standar. Testa berfungsi mengukur kemampuan dan sifat-sifat dari seorang atau sekelompok orang.

Syarat testa sebagai metode ilmiah adalah :

  1. Memiliki validitas yang baik.
  2. Memiliki realibitas yang baik atau tinggi.
  3. Memiliki obyektifitas yang mantap.
  4. Memiliki daya beda yang baik.
  5. Harus distandarisasi.
  6. Harus komprehensif.

Jenis – jenis testa:

  1. Berdasarkan jumlah peserta
    1. Testa individual       2. Testa kelompok
    2. Berdasarkan bentuk jawaban yang diminta
      1. Testa verbal              2. Testa non verbal
      2. Berdasarkan tujuan penyelenggara
        1. Testa kecepatan        2. Testa kemampuan
        2. Berdasarkan fungsinya
          1. Testa intelegensi       2. Testa bakat

3        Testa sekolah            4. Testa kepribadian

 

  1. 5.      PENCATATAN DOKUMEN

Suatu cara untuk memperoleh data yang dilakukan dengan jalan mengumpulkan segala macam dokumen serta mengadakan pencatatan secara sistematis. Pengambilan dokumen sebagai sumber data harus dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  1. Mengadakan evaluasi
  2. Meninjau batas waktu penerbitannya
  3. Meninjau validitas sumbernya

V. PENGOLAHAN DATA DAN INTERPRESTASI

A. PENGOLAHAN DATA

Pada umumnya pengolahan (analisis) data dapat dibedakan menjadi dua macamatau tingkatan, yaitu :

  1. Pengolahan data deskriptif
  2. Pengolahan data inferensial

Metode pengolahan (analisis data) dibedakan atas 3 jenis, yaitu :

  1. Metode deskritif

Suatu cara pengolahan data yang dilakukan dengan jalan menyusun data secara sistematis, yaitu menggunakan tekhnik-tekhnik diantaranya :

  1. Induksi
  2. Argumentasi
  3. Spekulasi
  4. Metode komparatif

Suatu cara pengolahan data yang dilakukan dengan jalan mengadakan bandingan secara sistematis dan terus menerus sehingga diperoleh suatu kesimpulan umum.

  1. Metode analisis

Pengolahan data   yang dilakukan dengan jalan mempergunakan suatu tekhnik analisis tertentu sehingga diperoleh suatu testa.

Metode analisis dibedakan atas dua macam, yaitu:

  1. Analisis statistik

Suatu analisis (pengolahan) data dengan mmempergunakan rumus-rumus matematika. Statistik sebagai suatu ilmu pengetahuan dibedakan menjadi dua golongan, yaitu statistik deskriptif dan statistik inferensial. Ciri khas statistik yakni selalu bekerja dengan angka, bersifat obyektif,  dan bersifat universal. Statistik sebagai tekhnik analisis mempunyai fungsi, yaitu generalisasi sifat-sifat dan kemampuan, generalisasi hubungan dan generalisasi perbedaan.

  1. Analisis non statistik

Secara garis besar analisis non statistik dibedakan menjadi dua :

  1. Analisis filosofis

Analisis (pengolahan) data yang mempergunakan hukum – hukum tertentu (sylogisme dan logika).

 

 

  1. Analisis proses

Analisis yang mendasarkan diri ada hakekat kontradiksi yang ada pada proses – proses yang terjadi pada gejala yang dihadapi.

 

  1. B.       INTERPRETASI HASIL ANALISIS DATA

Interpretasi yang dilakukan terhadap hasil pengolahan data juga mempunyai arti yang sangat penting, yakni sebagai dasar didalam menarik suatu kesimpulan terhadap hasil penelitian yang telah dilakukan.

Terhadap angka indes korelasi ( r ) yang diperoleh dari perhitungan kita dapat memberikan interprestasi atau penafsiran tertentu. Dalam hubungan  ini ada dua macam cara yang dapat ditempuh, yaitu :

  1. Interpretasi terhadap angka indeks korelasi “r”  Product Moment itu dilakukan dengan secara kasar atau dengan cara sederhana.
  2. Interpretasi yang diberikan dengan terlebih dahulu berkonsultasi pada tabel nilai r Product Moment.

Apabila cara kedua yang kita tempuh, maka prosedur yang mesti dilalui adalah :

  1. Merumuskan Hipotesis alternatif (Ha) dan Hipotesis Niihil (Ho).
  2. Menguji kebenaran atau kepalsuan dari Ha dan Ho.

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s